Dari Indonesia: Captain Jack : Persembahan Para Monsters

CAPTAN JACK cuma sebuah orkes yang merasa paling realistis, sebuah nama buruk, norak, dan sedikit aneh, tapi setidaknya nggak senorak nama – nama band saat ini, yang hobby nangis – nangis ngga pake harga diri. Nama yang kami pilih sebagai sebuah tempat kami pulang dan menumpahkan segala emosi serta pikiran dariyang terkonsep hingga yang jorok. Entah mengapa kami tidak merasa bahwa kami adalah sebuah Band, mungkin karena beberapa kontes band-band yang ada di TV yang menurut kami tak lebih dari acara topeng monyet dan itu menjadi patokan buat anak-anak muda saat ini bahwa begitulah sebuah band, dikumpulkan tanpa ada kecocokan, tanpa ikatan pertemanan yang kuat, tanpa ada rasa kebersamaan disaat berjuang dari titik NOL. Kami bersukur kami punya rasa kebersamaan itu. Kami bukanlah anak-anak dengan style rambut warna-warni penuh dengan gel, kami tidak berpakaian funky dan kami tak perduli apapun arti funky itu, kami juga bukan anak-anak sok nakal yang tiap hari cuma mabuk merasa dirinya rockstar, kami cuma anak-anak biasa yang hidup di kehidupan biasa dengan masalah-masalah yang dihadapi orang-orang biasa dan kami marah dengan semua kebiasaan yang ada.

http://www.facebook.com/captainjackband?v=info

Band asal Yogyakarta dengan aliran musik idealis yang selalu meng-kritik tatanan sosialis dalam masyarakat kita, merasakan, menanyakan, mengungkapkan, dan membicarakan segala bentuk kenyataan sehari-hari yang disadari atau tidak, yang mengiringi perjalanan manusia mengikuti perputaran waktu yang terkadang lebih cepat dari langkah manusia itu sendiri. Lirik lagu mereka juga jauh dari tema cinta seperti kebanyakan lagu-lagu yang sering keluar masuk chart “dahsyat”, “dering”, “playlist”, dan lain-lain. Dan disaat orang berlomba untuk bercerita tentang cinta, CJ malah menghadirkan sisi lain dari pengalaman dan perjalanan hidup manusia yang sering bertabrakan antara keinginan dan kenyataan, kepedihan dan kesedihan yang tersimpan, letupan-letupan emosi, serta pesan-pesan yang mengingatkan manusia bahwa hidup bukanlah sinetron, hidup bukanlah sesuatu yang selalu indah. Tema atau aliran yang mereka usung adalah nu rock dan post hardcore.

Terlahir di Jogjakarta tanggal 4 Desember 1999 melalui sebuah penyatuan hati, emosi, pengalaman hidup dan keinginan yang menuntun mereka kedalam dunia seni yang sarat akan kreatifitas. Sampai saat ini mereka telah mengeluarkan 3 album di bawah label indie HELL ANGEL RECORDS.

Didahului oleh Unmindless sebagai mini album indie di bawah Hell Angels Records, Somethink About yang sudah dibawah nanungan salah satu major label, Universal, tetap bercerita tentang kemarahan, kekesalan, terhadap kehidupan. Dengan mengusung lantunan nada-nada keras, lagu di album ini memang sebagian besar menceritakan tentang kehidupan mereka sendiri, walau terdapat juga lagu hasil inspirasi dari lingkungan sekitar.

Ketika ditanya tentang mengapa tidak membuat lantunan nada romantis atau lagu cinta, Zuhdil sang gitaris atau yang lebih akrab disapa Sancho berpendapat bahwa semua tergantung bagaimana kita memaknai cinta itu sendiri. Bagi mereka definisi cinta sendiri masih kabur, sehingga mereka bisa bilang bahwa ada lagu cinta di dalam album ini, tetapi dengan makna cinta terhadap diri sendiri. Sebagai bocoran saja, pada awal mereka terbentuk, Captain Jack sempat membawakan lagu-lagu mellow, tapi bagi mereka itulah proses penemuan jati diri dari konsep musik mereka.

Musik CJ diwarnai suara distorsi menderu, hentak beat bertenaga, harmonis dengan lirik yang pedas namun jujur. Band seperti Staind, Chevelle, Silverchair, Static X dan sejenisnya telah menjadi racun dalam darah Captain Jack.

We are what we are, we do what we do, eventhought we don’t know who we are.
Siapa aku?
The Jackers/Monsters
Tidak kurang tidak lebih

Doc: December Underground

Iklan

Tentang STRAIGHT EDGE

Straight Edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan minuman beralkohol, merokok dan hubungan sex bebas (casual sex), walaupun pergerakan garis keras yang lebih dalam mereka menghidari penggunaan obat secara menyeluruh (termasuk penggunaan secara medis) dan mereka mempercayai bahwa sex tidak untuk berganti-ganti pasangan.

Straight edge hanyalah sebuah motivasi hidup untuk tidak merusak diri sendiri dengan mengkonsumsi zat-zat/ hal-hal yang dianggap berbahaya untuk diri sendiri dan penyikapannya kembali kepada kontrol individu. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene punk/ hardcore yang sangat identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan.

Banyak orang yang mengklaim bahwa dirinya seorang penganut faham ini karena mereka ingin mengontrol kehidupan mereka, berontak dari budaya penggunaan narkoba, menghindari diri berhubungan dengan narkoba, mereka menyaksikan efek negatif dari penggunaan narkoba dalam keluarga atau teman-teman, atau bahkan bisa pula untuk membedakan diri (Alfansuri 2007). Filosofi utama yang dibawakan oleh penganut faham ini adalah penggunaan narkoba terhadap lingkungan sosial dan krisis moral yang bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga, bisnis dan khususnya kehidupan anak-anak remaja.

Ide tentang straight edge ini sebenarnya sudah ada di dalam lagu-lagu band protopunk tahun 70-an yakni The Modern Lovers. Namun istilah Straight Edge dicetuskan oleh band Minor Threat, band ini disebut sebagai dasar gaya hidup ini, dalam sebuah lagu mereka yang berjudul Straight Edge.

Straight Edge

“Straight Edge” adalah sebuah lagu band Minor Threat dalam album EP pertama, mereka membantu menginspirasikan sebuah gerakan yang lurus (Bahasa Inggris straight edge). Lagu ini terlihat panggilan untuk pantang dari konsumsi alkohol dan narkoba – sebuah hal baru dalam musik rock, yang pada awalnya ditemukan hanya selingkup kecil, tetapi didedikasikan pada band-band berikutnya. Lagu ini berdurasi hanya 46 detik dan terdiri dari dua bait lirik.

Lirik utamanya adalah bagaimana band ini menghadapi berbagai penyalah gunaan narkoba seperti methaqualone, kokain, ganja, dan inhalant dan kehinaan bagi orang-orang yang menggunakan terlalu banyak obat-obatan, suatu hal yang umum selama dipertunjukkan underground. Lirik pada bait kedua yang mereka bawakan adalah mereka tidak akan memaksakan untuk memakai narkoba.

Pergerakan straight edge yang telah diikuti oleh beberapa orang sebenarnya tidak disangka oleh vokalis Minor Threat Ian MacKaye, ia menyatakan sejumlah kali bahwa dia tidak memiliki tujuan untuk membuatnya menjadi sebuah gerakan.

Simbol X

Huruf X adalah simbol yang paling dikenal dari straight edge, yang umum dipakai sebagai tanda di punggung kedua tangan, tetapi bisa juga ditampilkan pada bagian tubuh lainnya. Beberapa pengikutnya dari straight edge ada juga yang dimasukkan simbol ke dalam pakaian dan pin. Menurut sejumlah wawancara yang dilakukan oleh wartawan Michael Azerrad, logo “X” straight edge dapat dilihat jejaknya dalam pelaksanaan pada acara singkat band Teen Idles yaitu U.S. West Coast tour tahun 1980. Teen Idles telah dijadwalkan untuk bermain di Mabuhay Gardens San Francisco, tetapi ketika band tiba, manajemen klub menemukan bahwa seluruh band ini masih di bawah umur minimum dan karena itu mereka ditolak masuk ke dalam klub tersebut. Sebagai kompromi, manajemen menandai tiap kedua tangan anggota band Idles’ dengan logo hitam besar “X” sebagai peringatan kepada seluruh staf klub agar tidak memberikan alkohol ke mereka. Setelah kembali ke Washington DC, band ini diberikan sistem yang sama oleh klu-klub lokal sebagai maksud membolehkan para remaja untuk masuk kedalam klub untuk menyaksikan acara musik tanpa memberikan alkohol kepada mereka. Tanda itu secepatnya diasosiasikan dengan gaya hidup straight edge. Dalam beberapa tahun, pada acara musik dan bahkan di klub-klub dansa telah memulai mengadopsikan sistem ini.

Sebuah variasi melibatkan trio X’s (xXx) berasal dari hasil karya seni yang dibuat oleh drummer Minor Threat yaitu Jeff Nelson, yang mana Jeff menggantikan tiga bintang dalam bendera Washington DC kampung halaman mereka menjadi X.[2] Istilah ini kadang-kadang dipendekkan dengan mencantumkan X dengan kependekkan istilah dari straight edge menjadi “sXe”. Dengan analogi, hardcore punk kadang-kadang dipendekkan menjadi “hXc”. Simbol ini dapat digunakan sebagai sebuah jalan untuk membedakan sebuah band atau seseorang yang menganut faham straight edge, dengan menambahkan huruf didepan dan belakang nama band, contoh band ‘xFilesx’.

Tiga era

William Tsitsos menuliskan bahwa straight edge telah melalui tiga era yang berbeda sejak terciptanya di tahun 1980.

Oldschool (1970 – awal 1980)

Perkembangan gaya hidup Straight Edge ini banyak di adaptasi oleh band-band lainnya seperti, 7 Seconds, SSD, Uniform Choice, Cause for Alarm. Band-band tersebut adalah band hardcore punk yang berada di era “oldschool”. Band-band era ini lebih banyak berteriak tentang movement Straight Edge dibanding bernyanyi. Lagu mereka terdengar seperti orang yang sedang orasi dengan diiringi musik agresif dan cepat ala hardcore punk. Gaya seperti itu akhirnya menjadi ciri khas band hardcore punk di era “oldschool”. Pada awalnya paham ini berkembang di Washington D.C dan New York, kemudian akhirnya berkembang juga di Kanada.

Youth Crew (pertengahan 1980)

Walaupun pada awalnya secara musikal, band-band straight edge terdengar tipikal, di pertengahan tahun 80-an musiknya mulai berkembang dan meluas sesuai dengan karakter band masing-masing. Era “Youth Crew” lahir ketika band-band hardcore punk Straight Edge mulai menjamur dan akhirnya mereka memiliki kecenderungan untuk bersatu membuat pergerakan dan media sendiri untuk menyebar luaskan gaya hidup straight edge. Namun bukan berarti mereka tidak manggung bersama band-band yang non-straight edge. Mereka justru lebih mengedepankan semangat persatuan. Suatu komunitas yang lahir karena memiliki sudut pandang yang sama: yaitu menyukai musik punk/ hardcore sebagai bagian dari subkultur yang tercipta saat itu. Gorilla Biscuits, Judge, Bold, Youth of Today mereka adalah beberapa band yang menonjol di era “Youth Crew”.

Ternyata seiring perkembangannya, straight edge mulai berkaitan juga dengan perihal pergerakan animal rights, vegan dan vegetarian. Youth Of Today adalah band yang paling lantang menyuarakan perihal hak-hak dan perlindungan terhadap hewan, vegan dan vegetarian pada tahun 1988. Dalam lirik lagu “No More”, Ray Cappo vokalis Youth Of Today menekankan tentang pandangannya terhadap hak-hak hewan dan vegan: “Meat-eating, flesh-eating, think about it/ so callous this crime we commit”. Sampai akhirnya banyak band yang menyuarakan hal yang sama dan hampir semua band di akhir tahun 1980-an di Amerika dan Kanada menyuarakan tentang hak-hak hewan dan kekejaman terhadap hewan. Namun bukan berarti juga bahwa seorang vegan/ vegetarian itu adalah seorang straight edge, begitu juga sebaliknya. Menjadi vegan/vegetarian bukanlah sebuah keharusan di dalam gaya hidup straight edge. Vegan dan vegetarian hanya bagian dari perkembangan straight edge itu sendiri dan semua kembali kepada pilihan masing-masing individu.

Militan (1990)

Di dalam perkembangannya, straight edge juga sempat ternoda dengan beberapa militan dari band straight edge itu sendiri dan band yang paling menonjol dengan sikap garis keras dan militannya adalah Earth Crisis. Setelah gaya hidup straight edge sempat berkembang sampai ke perihal vegan/vegetarian pada akhir 80’an, di awal tahun 90’an bermunculan band-band yang mengadopsi paham serupa namun mereka cenderung lebih militan. Militan disini mereka cenderung picik, mudah menuduh, minim toleransi terhadap non-straight edge dan berpotensi melakukan kekerasan. Mereka berpikir bahwa dengan metode gerakan yang keras dan militan akan lebih efektif dalam mempromosikan hidup bersih, padahal hal tersebut justru menjadi bomerang bagi mereka sendiri dan tentunya straight edge saat itu sempat tercoreng dan mulai menjadi bahan cemoohan di kalangan underground.

Era 2000-an

Seiring dengan jalannya waktu dan lahirnya band-band baru, cap negatif terhadap straight edge berangsur-angsur pulih. Komunitas dan band-band straight edge tahun 2000’an mempersatukan kembali kultur punk rock kepada kondisi awalnya yang lebih toleran terhadap komunitas dan band-band lain yang non-straight edge. Kalangan straight edge mengalami pendewasaan, mereka sudah berbaur di satu panggung dengan band-band yang non-straight edge. Mengingat straight edge adalah gaya hidup yang lebih ke arah pilihan pribadi. Band-band straight edge yang menonjol di tahun 2000-an diantaranya adalah Allegiance, Black My Heart, Casey Jones, Champion, Down to Nothing, Embrace Today, The First Step, Have Heart, Righteous Jams, Throwdown, xTyrantx, Fight Everyone dan Stick to Your Guns.

Doc: December Underground

Interview with Muhammad Suiçmez (Necrophagist)

Necrophagist adalah satu dari band death metal Jerman. Yah, bahwa label tidak persis menceritakan kisah keseluruhan. Bahkan melepaskan CD yang tersedia untuk proyek ini, Mulai dari Putrefaction, adalah satu-satunya produk Muhammad Suiçmez, putra dari salah satu orang Turki yang banyak pergi ke Jerman pada 1960-an, mencari kerja dan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka. Suiçmez dibesarkan di rumah tangga tradisional Turki, dalam sebuah budaya yang bukan miliknya. Meskipun larangan yang diberikan pada dirinya dari lingkungan ini, Suiçmez tidak hanya menaruh perhatian di death metal, tapi juga secara ajaib menjadi virtuoso gitar. Apa yang terutama luar biasa adalah bahwa dia melakukannya tidak hanya tanpa manfaat pelajaran tunggal, tetapi seluruhnya dalam kerahasiaan dari perhatian orang tua yang tegas.
Read this:

Maelstorm: Apa yang membuat Anda bermain gitar, Muhammad?

Muhammad Suiçmez: Pertanyaan yang bagus. Saya mulai ketika saya berusia 15 tahun. Itu tahun 1990. Saya rasa saya punya keinginan untuk bermain gitar sejak saya berusia 10 tahun karena saya suka musik metal. Saya ingin bermain gitar dan membuat sebuah band sendiri.

Maelstorm: Apa musik metal yang Anda dengarkan ketika berumur 15 tahun?

Muhammad Suiçmez: Oh, murni death metal. Era pertama death metal. Dimulai dengan Leprosy of Death dan menuju ke depan pada album Left Hand Path milik Entombed. Band favorit saya berasal dari sekitar daerah waktu itu.

Maelstorm: Jadi, Anda mengajar diri Anda sendiri bermain gitar.

Muhammed Suiçmez: Yeah, I did.

Maelstrom: Luar biasa!

Muhammed Suiçmez: Terima kasih banyak. Tapi, itu pertanyaan yang sangat menarik, karena orang tua saya sangat konservatif, sekolah tua orang-orang Turki. Mereka tidak pernah ingin aku bermain gitar. Itu adalah masalah terbesar saya. Mereka melarang saya untuk bermain gitar.

Maelstorm: Bagaimana Anda memilih nama NECROPHAGIST?

Muhammed Suiçmez: Itu hasil dari saya delapan tahun di sekolah Latin. Saya kebetulan bahwa kata-kata “phagus” (untuk makan) dan “Necro” (orang mati). Aku ditanyai banyak pertanyaan tentang itu: mengapa saya memilih sebuah band dengan awalan “Necro.” Saya mendapatkan pertanyaan ini sepanjang waktu. Tapi, Anda harus menyadari, ketika aku memilih moniker ini, itu 12 tahun yang lalu. Tidak ada banyak band dengan awalan “Necro.” Masalah NECROPHAGIST adalah bahwa orang yang tahu tentang itu terlambat! Aku memilih nama itu karena [pada waktu itu] nama seperti itu tidak terlalu umum. Tentu saja aku tahu dari Necrophagia, dan band ini sebelumnya bernama Necrophilist. Saya pikir itu tidak cukup kuat, jadi saya pikir mungkin NECROPHAGIST terdengar lebih baik.

Maelstorm: Apa album yang paling sering Anda dengar?

Muhammed Suiçmez: Oh. Good question. Album Entombed – Left Hand Path. Aku juga sedang mendengarkan musik klasik, seperti Simfoni # 5 dari Beethoven, bersama dengan Prokofiev dan Mozart.

Maelstorm: Saya membandingkan dengan hubungan ras kita di Amerika Serikat. Tampaknya di Jerman bahkan sekarang ada begitu banyak kebencian rasial dari kelompok skinhead. Rasanya jadi aneh beberapa lingers begitu kuat di Jerman.

Muhammad Suiçmez: Bila anda begitu jauh dari Jerman, sulit untuk mendapatkan wawasan tentang itu. Apa yang Anda dapatkan dari media tidak persis apa yang terjadi. Hal ini tergantung pada wilayah dimana Anda tinggal. Saya tinggal di selatan Jerman 50 kilometer dari Stuttgart. Di wilayah saya tinggal ini tidak begitu bermasalah dengan skinhead dan hal-hal rasial. Di Jerman Timur, negara-negara baru ini bermasalah besar dengan pengangguran. Di mana ada masalah besar dengan pengangguran, ada kebencian rasial dan konflik. Jika Anda seorang Turki dan tinggal di Jerman anda akan memiliki masalah.

Maelstorm: Apa itu?

Muhammad Suiçmez: Masalah utama adalah orang Turki memiliki agama yang berbeda dari Jerman. Jika mereka adalah orang asing dari Italia, atau Yunani, atau Yugoslavia, itu berbeda, karena kebanyakan dari mereka yang Katolik atau Protestan. Tetapi budaya Jerman dan Turki adalah berbeda, jadi ada konflik sepanjang waktu. Jadi orang-orang Turki mencoba untuk menegakkan budaya mereka sendiri dan tidak kehilangan, jadi mereka menyembunyikan sedikit di dunia kecil mereka sendiri di dalam Jerman. Orang-orang di Jerman memiliki pandangan yang salah dari Turki karena itu menjaga reputasi lebih jauh. Anda selalu asing. Tidak masalah jika Anda diintegrasikan ke dalam budaya, atau pergi ke sekolah dengan Jerman, atau sedang melakukan hal yang sama seperti Jerman. Aku cukup banyak terintegrasi dalam budaya ini. Aku pernah kehilangan budaya sendiri. Satu perbedaan antara aku dan sebagian besar Turki adalah saya tidak berkulit gelap. Untuk penampilan saya, orang tidak bisa mengatakan bahwa saya Turki. Mereka pikir saya Jerman. Memang tidak mudah, karena Anda tinggal di dua dunia. Seperti saya yang memiliki orang tua konservatif yang ingin menegakkan kebudayaan pada saya, itu tidak masalah bagi saya. Tapi, untuk berurusan dengan budaya Jerman, itu sedikit sulit jika itu niat Anda untuk hidup antara dua kursi, seperti pepatah dalam bahasa Jerman. Banyak orang Turki muda tidak ingin memiliki bagian dari budaya Jerman. Tapi karena aku lahir dan tinggal di Jerman, aku harus cukup tahu budaya, bagaimana orang-orang pikirkan. Tapi aku akan selalu memiliki masalah ketika orang-orang tahu bahwa aku adalah orang asing, orang Turki, terutama karena Turki tidak memiliki reputasi baik di Jerman.

Ini selalu terjadi: jika Anda tidak tahu tentang budaya yang berbeda, Anda tidak dapat membuat pandangan budaya yang benar dan Anda akan memiliki prasangka. Itulah yang saya alami. Saya lahir di sini dan tahu budaya tentang Jerman karena saya tertarik di saat aku tinggal di sini. Tetapi orang-orang Jerman hidup dengan tidak tahu apa-apa tentang Turki, orang-orang atau agama saya.

Maelstorm: Kau tahu bagaimana anti-Kristen ini sangat populer di Metal. Banyak band-band yang berbicara tentang anti-Kristen dan mungkin membaptis diri mereka. Aku ingin tahu apakah Metal pernah ada di dunia Muslim, bahwa akan ada band muslim anti-Muslim.

Muhammed Suiçmez: Saya tidak berpikir begitu.

Maelstorm: Bisakah Anda pernah membayangkan diri berkata: “Benar, aku akan menulis sebuah album terhadap agama Islam!” ,Sama seperti orang-orang dari Norwegia yang telah dibaptis berkata: “Aku akan menulis sebuah album terhadap agama Kristen!”

Muhammed Suiçmez: Well, ini hanyalah sebuah mode. Maafkan aku untuk semua penggemar Black Metal, aku tidak ingin membuat musuh. Aku tidak bisa menerima lirik ini untuk serius. Saya pikir Anda tidak boleh menyebarkan sesuatu seperti itu. Semua orang memiliki hak untuk percaya pada apa yang dia inginkan. Jika Anda anti-Kristen atau anti-Muslim. Saya tidak melihat titik jelas yang membawa ke dalam musik. Musik tidak boleh politis. Anti-Kristen ini liriknya adalah politik. See what I mean. Aku tidak pernah bisa membayangkan melakukan lirik seperti itu, bahkan jika saya anti-Muslim atau anti-Kristen. Kenapa harus saya?

Metal dengan lirik anti-Muslim? Mungkin di Turki, tapi aku tidak bisa membayangkan itu. Dalam bahasa Arab dan negara-negara Islam Afrika tidak ada kemungkinan untuk membuat Metal dengan lirik anti-Islam. Anda akan memiliki masalah serius dengan pemerintah.

Maelstorm: Berbicara tentang metal bawah tanah dan mengambil contoh misalnya black metal. Saya baru saja selesai mewawancarai orang ini dari sebuah band black metal Jerman, Nargaroth. Dia berbicara begitu banyak tentang orang pembenci dia dan betapa dia ingin dibiarkan sendiri. Tapi jawabannya benar-benar sangat panjang. Itu hanya salah satu contoh dari dualitas citra hal membenci orang, tapi pada saat yang sama ingin diterima dan dipuji. Anda telah begitu banyak pengalaman dalam lirik metal soal kebencian, kemarahan dan kekerasan, tapi pada saat yang sama ada begitu banyak cinta di TKP: semua orang ingin saling mendukung dan saling membantu.

Muhammad Suiçmez: Dualitas? mengapa itu ada? Saya tidak dapat berbicara untuk laki-laki di Nargaroth. Aku berhati-hati ketika menilai orang seperti dia. Hal ini tergantung pada usia Anda dan bagaimana Anda mengambil serius hal ini. Apa yang saya alami adalah ketika seorang pria bermain di sebuah band black metal, ia tidak dapat berbicara tentang cinta dalam wawancara. Orang-orang black metal tidak berbeda dari orang lain. Aku tidak percaya salah satu orang black metal percaya pada apa yang mereka katakan. Aku hampir yakin, katakanlah lima tahun ketika mereka berhenti bermain black metal, mereka tidak akan berbicara kotor seperti itu lagi. Saya rasa ini adalah keyakinan yang kosong, hanya saja masalah waktu untuk mereka. Jika Anda bermain di sebuah band death metal dan berbicara tentang bunga, Anda tidak bisa melakukan itu.

Untuk berbicara tentang underground; Ketika saya berbicara tentang underground, tidak semua label underground melakukan konser. Ini bukan bawah tanah. “Underground” adalah orang-orang seperti Andee (Connors, of Tumult Records) yang melakukan lebih banyak lagi tanpa ada hubungannya dengan bisnis. Mereka mendengarkan death metal, satu-satunya hal yang harus mereka lakukan dengan TKP. Mereka mencintai musik. Semua ini “Underground” label tidak benar-benar “bawah tanah.” Percayalah padaku. Saya memiliki pengalaman cukup. Pada akhirnya, semua dari mereka ingin mendapatkan uang. Orang-orang yang memiliki label Underground, mungkin mereka harus bekerja selain dari kegiatan bermusik mereka. Bagi saya yang sepertinya seperti sebuah perjuangan untuk keluar dari bawah tanah.

 

Doc: December Underground

Band of the Day: Brain Drill

Brain Drill adalah band American death metal yang dibentuk pada tahun 2005 dari Ben Lomond, California. Mereka menandatangani kontrak dengan Metal Blade Records dan merilis full length album perdana mereka yang berjudul Apocalyptic Feasting pada tanggal 5 Februari 2008. Rumor pecahnya Brain Drill dimulai pada tanggal 19 Maret 2008. Pendiri Dylan Ruskin awalnya berkata Brain Drill bubar ketika ketiga anggota band lainnya meninggalkan band, tapi sekarang Brain Drill memiliki line-up penuh kembali dan siap untuk tur lagi. Steve Rathjen bergabung kembali kurang dari dua minggu setelah meninggalkan band. Juga drummer baru bernama Joe Bondra (yang kemudian digantikan oleh Ron Casey), dan bassis baru bernama Ivan Munguia telah bergabung. Band ini sedang menulis musik baru dan diharapkan untuk merilis album baru dalam tahun berikut dan pergi tur mendukungnya.

Pembentukan (2005-2006)

Awalnya dimaksudkan sebagai proyek sampingan, Brain Drill dibentuk pada 2005 oleh gitaris Dylan Ruskin setelah berpisah dari band utamanya Burn at the Stake. Dylan mulai mencari drumer, akhirnya menemukan Marco Pitruzella (mantan drummer Vile , Vital Remains , The Faceless). Setelah beberapa bulan jam session, vokalis Steve Rathjen bergabung dengan band. Trio ini kemudian memasuki Ultimate Castle Studios dengan produser Zack Ohren dan merekam enam- lagu EP mereka dijuluki The Parasit, selama bulan Maret dan Mei 2006. Sementara itu Rathjen keluar dari band digantikan oleh mantan vokalis Dead Syndicate, Andre Cornejo. Mantan bassis Jeff Vile Hughell telah ditambahkan ke band baru dan anggota permanen. Rathjen akhirnya kembali untuk mengambil posisi vokal Brain Drill.

Apocalyptic Feasting (2007-sekarang)

Dalam sebuah wawancara tahun 2007, Alex Webster dari Cannibal Corpse merekomendasikan Brain Drill pada Metal Blade label dan menangani band akhir tahun itu. Band ini kemudian merekam musik mereka di Castle Ultimate Studio dengan produser Zack Ohren, kali ini bekerja pada debut full-length tercatat selama Agustus 2007. Apocalyptic Feasting dirilis pada tanggal 5 Februari 2008 oleh Metal Blade Records.

Tak lama setelah merilis Apocalyptic Feasting, baik anggota Marco Pitruzzella dan Jeff Hughell meninggalkan band karena komplikasi tur. Berdasarkan pernyataan dari Dylan Ruskin yang telah diposting pada halaman MySpace band, tampak bahwa Brain Drill telah berpisah. Segera setelah itu rumor itu ditolak dan band mulai mencari drummer dan bassis baru. Brain Drill memasuki Ultimate Castle Studios dengan produser Zack Ohren pada bulan Desember 2009 untuk merekam album sophomore mereka yang dirilis oleh Metal Blade Records. Sebuah lagu baru, “Monumental Failure” dirilis streaming di myspace mereka sekarang. Sebuah lagu baru “Beyond Bludgeoned” juga dirilis dari album mereka sebagai tanggal yang semakin dekat untuk dirilis full.

Members

* Dylan Ruskin – guitar (2005–present)
* Steve Rathjen – vocals (2005–present)
* Ron Casey – drums (2009–present)
* Ivan Munguia – bass (2008–present)

Mantan anggota

* Marco Pitruzzella – drums (2005–2008)
* Andre Cornejo – live vocals (2006)
* Jeff Hughell – bass (2006–2008)
* Joe Bondra – live drums (2009)
* Jamie Zoethout – live drums (2009)

Diskografi

* The Parasites (2006)
* Apocalyptic Feasting (2008)
* Quantum Catastrophe (2010)

Brain Drill – “Quantum Catastrophe”
-Tracklist:
1. Obliteration Untold (3:46)
2. Beyond Bludgeoned (4:16)
3. Awaiting Imminent Destruction (2:51)
4. Nemesis of Neglect (4:28)
5. Entity of Extinction (3:46)
6. Mercy to None (3:14)
7. Monumental Failure (3:25)
8. Quantum Catastrophe (16:03)

Doc: December Underground