Puisi pengungsi

Saat ku mulai lelah terjaga dari kisah sendu dunia
Menerawang jingganya awan menuju peristirahatan..

Kupikul pilu yang mengikat kaki
Menelisik dari setiap pangkal sendi
Tentang ribuan duka terekam
pun tak satu bagian ku lewat kan..

Masih rapi tetap tersimpan
jentik jemari berpelukan,
duduk berdampingan melamuni esok malam..

Untuknya, sang pemilik senyum harapan
dan senja yang kan datang..
tegap berdiri menantang..
dunia..

Bogor, 30 juni 2012

Iklan

2 thoughts on “Puisi pengungsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s