Tuhan dan Cinta

Pada udaraNya sore hari kian mendayu
Meringkas masa senja dalam ringkihan dua waktu.

Betapa,
Tak ku dapati kembali tawa pada tiap-tiap bunga di taman pinggir sungai..
Kutemukan ia pada wujud aslinya yang tanpa warna.

Lalu,
Pagi menanti yang tak kudapati ceritanya yang lalu, yang tak bosan ku dengar.

Kekasih..

Tuhan lah paling setia..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s