Secuil penantian di waktu malam

Sudah ku lewati senjanya yang berganti malam,
terhitung semenjak kau berikan senyum yang ranum padaku.

Ketika berpapasan..

Dan seminggu kemudian..
Telah kutemukan makna dari penantian panjang
Kan ku sapa dirimu,
Seperti saat ku menyapa bintang pertama di kala senja menghilang,
Seperti yang selalu ku katakan pada “mereka”, indah adanya…

Kini senjanya telah usai, menanti fajar pada pelaminannya..
Tak ku dapati senyum senyum yang lain dari bibirmu..
Menanti dan terus menanti, hingga semesta berkonspirasi untuk mempertemukan kita, dan cinta kita..

Iklan

Hidup = seni fotografi

sore di loteng rumah sembari menikmati grimis  menjelang senja.

Teringat tentang seni fotografi di salah satu program kompas tv “klik abrian”

Saat materi terakhir yang ia beri, setelah ia menunjukan beberapa hasil foto yang ia dapat dari huntingnya..

Ia berkata: ” fotografi adalah bukanlah tentang teknologi canggih Ɣªήğ anda punya tetapi bagaimana anda mengkomposisikan objek anda dengan komposisi Ɣªήğ baik sehingga menhasilkan potongan potongan gambar Ɣªήğ indah, dan ingat foto adalah kepingan kepingan pandangan Ɣªήğ anda lihat”

saya fikir seharusnya kita bertindak seperti halnya dalam seni fotografi..

Pada akhirnya saya mengambil sebuah kesimpulan setelah mengalami ekstase setelah mendengar perkataan seorang Arbain.

Pada hakikatnya hidup bukanlah masalah materi Ɣªήğ anda miliki agar hidup kita bahagia , tetapi bagaimana kita mengkomposisikan bagian bagian Ɣªήğ kita miliki menjadi kepingan keharmonisan literatur hidup kita..

Bukan tentang apa Ɣªήğ kita inginkan tetapi tentang apa Ɣªήğ kita miliki sekarang, dengan otomatis anda selalu berfikir “Hari ini adalah hari saya, tak akan ada Ɣªήğ saya lewatkan dari bagian kehidupan sekarang, agar, saya tak akan memiliki rasa takut untuk menghadapi penyesalan..

Interview: The Mercury Arc – Paint The Sun Black

Band dari Jerman, The Mercury Arc membuat gebrakan global yang serius sekarang dengan album terbaru mereka Paint The Sun Black. Dan baru-baru ini mereka merilis music video untuk single “Evil Echo”. Simak wawancara dengan Thomas Helton dan Benny Richter dari The Arc Mercury oleh Hollywood Music Magazine yang tentunya sudah saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia.

HMM: The Mercury Arc merupakan nama band yang keren. Darimana kalian datang dengan nama itu?

Thomas: Kami sedang mencari nama dan benar-benar berpikir kata-kata kuat yang mewakili apa yang kita lakukan dan pada akhirnya saya suka kata Mercury karena kami adalah penggemar Queen. Jadi sebenarnya untuk memberikan sedikit pengingat pada Freddie Mercury dan Mercury Arc adalah sejenis perangkat yang ada hubungannya dengan fisika dan hal ilmiah dan kami pikir itu terdengar keren. Membawa merkuri ke nama dan memiliki sesuatu yang tidak ada yang benar-benar tahu apa itu tapi kedengarannya keren. Tapi apalah arti semua itu! (Laugh)

Benny: Saya tidak tahu tentang hal itu. Aku hanya memilih nama karena referensi untuk Freddie Mercury tapi itu terdengar sangat menarik.

HMM: Apa kabar pertama pada album baru Paint The Black Sun?

Benny: Itu rilis tahun lalu pada bulan Oktober atau November saya pikir.

Thomas: Ini adalah hari yang besar bagi kami dan kami merayakan dengan banyak bir jadi kita tidak dapat mengingat tanggal yang sebenarnya (laugh). Tapi itu menyenangkan! Hal lain mengenai album ini adalah bahwa kita semua pernah bermain di band yang berbeda memainkan berbagai jenis musik dan apa yang kami tahu selama bertahun-tahun adalah bahwa kita semua berbagi selera musik yang sama. Jadi kami ingin merekam sebuah album yang kita sebagai pendengar ingin mendengarkan karena mewakili apa yang kita suka dalam musik. Jadi Benny sebagai keyboard dan saya sebagai seorang DJ.

Benny: Sungguh menarik dengan cara kami mewakili band metal kami, dia DJ dan aku keyboard (tertawa). Kami memiliki pemain gitar, pemain bass, dan drum …

Thomas: Dan penyanyi juga! Mereka tidak ada di sini bukan karena kurangnya minat hanya kurangnya waktu. Nah hal tentang musik adalah bahwa kita ingin menciptakan sesuatu yang baru dan asli dan sesuatu yang kita ingin dengarkan. Kita semua seperti Metalcore dan nu-metal seperti Slipknot. Kami hanya melemparkan semua bersama-sama dan Benny memiliki studio sendiri di sini sehingga kami punya waktu untuk mencoba hal baru dan bereksperimen dengan itu. Ada begitu banyak band di luar sana yang mencoba terdengar cukup mirip. Kami tidak ingin merilis album Metalcore biasa sehingga kami kami menaruh banyak elektronik di dalamnya, kita menaruh harmoni di dalamnya dan kami terjawab sedikit di band lain. Anda membuat sebuah band untuk membuat musik yang ingin anda dengar dan itulah yang kami lakukan.

HMM: Single baru adalah “Evil Echo”. Bagaimana kalian memilih lagu itu?

Benny: Lagu-lagu ini hanya seperti terjadi kurasa. Kami tidak benar-benar berpikir tentang jenis lagu yang ingin kita mainkan. Kami pasti ingin semacam artis hip hop terlibat.

Thomas: Karena semua orang sebal kami memiliki rapper di album kami. Ini seperti jika anda sebuah band metal anda tidak dapat memiliki rapper gangster di album anda karena tidak keren sehingga kami memutuskan, “Kami ingin itu.” Hanya untuk membuktikan semua orang yang salah atau paling tidak piss them off. Jadi Benny menulis lagu dan kemudian kita semua bekerja sama menempatkan pengaruh kami yang berbeda dan instrumen di dalamnya. Kemudian kita berpikir karena memiliki sedikit hip hop dan pendekatan nu-metal kami pikir akan keren untuk mendapatkan teman kita Leon, rapper itu di atasnya dan membuatnya menjadi lagu nu-metal lagu dengan artis hip hop di dalamnya.

HMM: Apa jenis tour rencana untuk mendukung Paint The Black Sun?

Benny: Kami baru saja datang dari tur di seluruh Jerman, Swiss, dan Austria dengan band yang sangat keren bernama The Sorrow. Itu bagus. Sekarang kita kehilangan drummer kami karena dia memiliki cacat jantung. Dia mendapat operasi tapi jiak dia pergi tidak salah, tapi tidak terlalu baik. Kami memiliki drummer sekarang dan siap untuk bermain tapi kami tidak memiliki tur direncanakan tetapi kami bermain konser setiap akhir pekan.

Thomas: Orang-orang dari perusahaan rekaman kami, mereka melakukan pekerjaan yang besar bagi kami. Armin, bos kita dan ia selalu bekerja dengan hal-hal besar bagi kami. Hellfest Records, label itu melakukan pekerjaan yang benar-benar sangat besar dan saya pikir mereka akan menghubungkan kami dan mendapatkan tur bagi kita. Seperti waktu terakhir Armin menemukan kami di tur terakhir ini karena nama kita tidak begitu besar di sini dan ia masih membuat itu terjadi. Dia menempatkan kita pada tur 3 minggu Eropa pada bus tour besar dan itu brilian. Kami percaya dia akan membuat itu terjadi lagi.

HMM: Ada lagi yang ingin dikatakan kepada fans Anda?

Thomas: Terima kasih banyak untuk mendengarkan musik kami, terima kasih atas semua dukungan dan untuk semua tanggapan Anda yang Anda berikan kami di Myspace dan Facebook. Jenis platform ini memungkinkan bahwa orang-orang di Amerika mengenal musik dan video dan merchandise. Kami sangat berterima kasih kepada siapa saja yang menulis komentar di email dan kita menjawab segala sesuatu yang kita bisa jawab.
http://hollywoodmusicmagazine.com/headline/the-mercury-arc-paint-the-sun-black/

Doc: December Underground

Sid Wilson (SLIPKNOT) Rilis Album Solo

Sepeninggal pembetot bass Paul Gray, Slipknot saat ini tengah vakum. Namun menurut Sid, personel Slipknot memang sudah sepakat merencanakan vakum sebelum Paul meninggal dan memutuskan untuk bekerja dengan band sampingannya sementara waktu. Dia berjanji bahwa jika waktunya tiba mereka akan kembali lagi.

Sid Wilson pengolah bunyi-bunyi berisik dan sampling di band metal asal Iowa, Amerika Slipknot mengungkapkan bahwa dirinya tengah merekam album solo. Dia berharap album ini bisa dirilis bulan ini oleh labelnya.

Menurut Sid albumnya merupakan campuran dari musik elektronik dengan berbagai macam jenis musik yang dia dengarkan. Albumnya ini banyak terinspirasi oleh Beastie Boys dan Run DMC yang mana mereka mencampurkan musik rock ke dalam hip hop. Sid juga banyak mendengarkan Skinny Puppy dan musik industrial dari Nine Inch Nails.

Di albumnya nanti dia juga mempersembahkan sebuah lagu untuk sahabat serta teman satu bandnya, Paul Gray yang berjudul Flat Lace. Baginya lagu tersebut sangat emosional dan dengan lagu ini Sid ingin menyampaikan bahwa dirinya selalu ada untuk Paul dan selalu peduli dengan hal yang dia hadapi. Bakalan seperti apa ya kira-kira solo proyek dari Dj Starscream alias Sid Wilson.

 

Doc: December Underground

Band of the month

August Burns Red

August Burns Red merupakan band yang lagi hangat dibicarakan khususnya di Indonesia. Yap, sebuah band Metalcore yang berasal dari Pennsylvania, Amerika Serikat ini terbentuk pada Maret 2002. Band dimulai ketika mayoritas personilnya masih duduk di bangku SMA.
Nama August Burns Red diambil dari sebuah insiden yang dialami vokalis pertama mereka, John Hershey. Between the Buried and Me, Hopesfall dan Misery Signals adalah influence mereka.

JB Brubaker – Lead Guitar (2002-sekarang)
Brent Rambler – Rhythym Guitar (2002-sekarang)
Matt Greiner – Drums, Percussions, Keyboards, Piano (2002-sekarang)
Jake Luhrs – Lead Vocals (2006-sekarang)
Dustin Davidson – Bass (2006-sekarang)

Setahun setelah mereka melakukan pertunjukan dan berganti vokalis, mereka masuk ke Solid State Records pada tahun 2005 dan merilis THrill Seeker pada 8 November. Pada tahun 2006 sang drummer, Matt Greiner dikontrak oleh Thruth Custom Drums.

Album kedua mereka, Messengers dirilis pada 19 Juni 2007 dan terjual 90 juta kopi dan menempati peringkat 81 di Billboard 200. Selama April hingga Mei 2008 August Burns Red melakukan tour bersama As I Lay Dying dan Misery Signals. Sedangkan pada 27 Agustus hingga 12 Oktober pada tahun yang sama mereka melakukan tour bersama Skylit Drive, Sky Eats Airplane dan Greeley Estates.

Pada 2008 sendiri mereka melakukan tour Eropa. Mereka berkunjung ke UK, Jerman, Norwegia, Swedia, Irlandia, Irlandia Utara, Belgia, Italia, Belanda, Slovakia, Ceska dan Prancis.
Band ini mengcover lagu ‘Carol of the Bells’ untuk Natal dan ‘…Baby One More Time’ dari Britney Spears.

Mereka merilis lagu ‘Chasing the Dragon’ yang termasuk dalam EP ‘Lost Messangers : The Outtakes’ yang rilis pada 24 Februari 2009. Pada Maret 2009 mereka berkunjung ke Timur Tengah untuk menghadiri Dubai Desert Rock Festival.

Pada 14 Juli 2009 album ketiga mereka, Constellations dirilis. Kemudian mereka melakukan tour bersama Blessthefall, Enter Shikari, All Shall Perish serta Architecs dan Parkway Drive. Mereka bersama Bring Me The Horizon serta A Day To Remember melakukan UK Tour pada Oktober 2009.
Dan pada 23 Februari 2010 album Constellations ditetapkan sebagai Best Rock Album oleh Dove Award.

August Burns Red merupakan band yang terpengaruh oleh ajaran Kristiani. Namun JB Brubaker menyatakan bahwa ‘Kristiani merupakan kepercayaan kami dan bukanlah aliran musik, dan biarkan musik itu mengalir’. Dan baru-baru ini juga mereka merilis Dvd konser mereka yang bertajuk Home.

Doc: December Underground

Dari Indonesia: Captain Jack : Persembahan Para Monsters

CAPTAN JACK cuma sebuah orkes yang merasa paling realistis, sebuah nama buruk, norak, dan sedikit aneh, tapi setidaknya nggak senorak nama – nama band saat ini, yang hobby nangis – nangis ngga pake harga diri. Nama yang kami pilih sebagai sebuah tempat kami pulang dan menumpahkan segala emosi serta pikiran dariyang terkonsep hingga yang jorok. Entah mengapa kami tidak merasa bahwa kami adalah sebuah Band, mungkin karena beberapa kontes band-band yang ada di TV yang menurut kami tak lebih dari acara topeng monyet dan itu menjadi patokan buat anak-anak muda saat ini bahwa begitulah sebuah band, dikumpulkan tanpa ada kecocokan, tanpa ikatan pertemanan yang kuat, tanpa ada rasa kebersamaan disaat berjuang dari titik NOL. Kami bersukur kami punya rasa kebersamaan itu. Kami bukanlah anak-anak dengan style rambut warna-warni penuh dengan gel, kami tidak berpakaian funky dan kami tak perduli apapun arti funky itu, kami juga bukan anak-anak sok nakal yang tiap hari cuma mabuk merasa dirinya rockstar, kami cuma anak-anak biasa yang hidup di kehidupan biasa dengan masalah-masalah yang dihadapi orang-orang biasa dan kami marah dengan semua kebiasaan yang ada.

http://www.facebook.com/captainjackband?v=info

Band asal Yogyakarta dengan aliran musik idealis yang selalu meng-kritik tatanan sosialis dalam masyarakat kita, merasakan, menanyakan, mengungkapkan, dan membicarakan segala bentuk kenyataan sehari-hari yang disadari atau tidak, yang mengiringi perjalanan manusia mengikuti perputaran waktu yang terkadang lebih cepat dari langkah manusia itu sendiri. Lirik lagu mereka juga jauh dari tema cinta seperti kebanyakan lagu-lagu yang sering keluar masuk chart “dahsyat”, “dering”, “playlist”, dan lain-lain. Dan disaat orang berlomba untuk bercerita tentang cinta, CJ malah menghadirkan sisi lain dari pengalaman dan perjalanan hidup manusia yang sering bertabrakan antara keinginan dan kenyataan, kepedihan dan kesedihan yang tersimpan, letupan-letupan emosi, serta pesan-pesan yang mengingatkan manusia bahwa hidup bukanlah sinetron, hidup bukanlah sesuatu yang selalu indah. Tema atau aliran yang mereka usung adalah nu rock dan post hardcore.

Terlahir di Jogjakarta tanggal 4 Desember 1999 melalui sebuah penyatuan hati, emosi, pengalaman hidup dan keinginan yang menuntun mereka kedalam dunia seni yang sarat akan kreatifitas. Sampai saat ini mereka telah mengeluarkan 3 album di bawah label indie HELL ANGEL RECORDS.

Didahului oleh Unmindless sebagai mini album indie di bawah Hell Angels Records, Somethink About yang sudah dibawah nanungan salah satu major label, Universal, tetap bercerita tentang kemarahan, kekesalan, terhadap kehidupan. Dengan mengusung lantunan nada-nada keras, lagu di album ini memang sebagian besar menceritakan tentang kehidupan mereka sendiri, walau terdapat juga lagu hasil inspirasi dari lingkungan sekitar.

Ketika ditanya tentang mengapa tidak membuat lantunan nada romantis atau lagu cinta, Zuhdil sang gitaris atau yang lebih akrab disapa Sancho berpendapat bahwa semua tergantung bagaimana kita memaknai cinta itu sendiri. Bagi mereka definisi cinta sendiri masih kabur, sehingga mereka bisa bilang bahwa ada lagu cinta di dalam album ini, tetapi dengan makna cinta terhadap diri sendiri. Sebagai bocoran saja, pada awal mereka terbentuk, Captain Jack sempat membawakan lagu-lagu mellow, tapi bagi mereka itulah proses penemuan jati diri dari konsep musik mereka.

Musik CJ diwarnai suara distorsi menderu, hentak beat bertenaga, harmonis dengan lirik yang pedas namun jujur. Band seperti Staind, Chevelle, Silverchair, Static X dan sejenisnya telah menjadi racun dalam darah Captain Jack.

We are what we are, we do what we do, eventhought we don’t know who we are.
Siapa aku?
The Jackers/Monsters
Tidak kurang tidak lebih

Doc: December Underground

Tentang STRAIGHT EDGE

Straight Edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan minuman beralkohol, merokok dan hubungan sex bebas (casual sex), walaupun pergerakan garis keras yang lebih dalam mereka menghidari penggunaan obat secara menyeluruh (termasuk penggunaan secara medis) dan mereka mempercayai bahwa sex tidak untuk berganti-ganti pasangan.

Straight edge hanyalah sebuah motivasi hidup untuk tidak merusak diri sendiri dengan mengkonsumsi zat-zat/ hal-hal yang dianggap berbahaya untuk diri sendiri dan penyikapannya kembali kepada kontrol individu. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene punk/ hardcore yang sangat identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan.

Banyak orang yang mengklaim bahwa dirinya seorang penganut faham ini karena mereka ingin mengontrol kehidupan mereka, berontak dari budaya penggunaan narkoba, menghindari diri berhubungan dengan narkoba, mereka menyaksikan efek negatif dari penggunaan narkoba dalam keluarga atau teman-teman, atau bahkan bisa pula untuk membedakan diri (Alfansuri 2007). Filosofi utama yang dibawakan oleh penganut faham ini adalah penggunaan narkoba terhadap lingkungan sosial dan krisis moral yang bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga, bisnis dan khususnya kehidupan anak-anak remaja.

Ide tentang straight edge ini sebenarnya sudah ada di dalam lagu-lagu band protopunk tahun 70-an yakni The Modern Lovers. Namun istilah Straight Edge dicetuskan oleh band Minor Threat, band ini disebut sebagai dasar gaya hidup ini, dalam sebuah lagu mereka yang berjudul Straight Edge.

Straight Edge

“Straight Edge” adalah sebuah lagu band Minor Threat dalam album EP pertama, mereka membantu menginspirasikan sebuah gerakan yang lurus (Bahasa Inggris straight edge). Lagu ini terlihat panggilan untuk pantang dari konsumsi alkohol dan narkoba – sebuah hal baru dalam musik rock, yang pada awalnya ditemukan hanya selingkup kecil, tetapi didedikasikan pada band-band berikutnya. Lagu ini berdurasi hanya 46 detik dan terdiri dari dua bait lirik.

Lirik utamanya adalah bagaimana band ini menghadapi berbagai penyalah gunaan narkoba seperti methaqualone, kokain, ganja, dan inhalant dan kehinaan bagi orang-orang yang menggunakan terlalu banyak obat-obatan, suatu hal yang umum selama dipertunjukkan underground. Lirik pada bait kedua yang mereka bawakan adalah mereka tidak akan memaksakan untuk memakai narkoba.

Pergerakan straight edge yang telah diikuti oleh beberapa orang sebenarnya tidak disangka oleh vokalis Minor Threat Ian MacKaye, ia menyatakan sejumlah kali bahwa dia tidak memiliki tujuan untuk membuatnya menjadi sebuah gerakan.

Simbol X

Huruf X adalah simbol yang paling dikenal dari straight edge, yang umum dipakai sebagai tanda di punggung kedua tangan, tetapi bisa juga ditampilkan pada bagian tubuh lainnya. Beberapa pengikutnya dari straight edge ada juga yang dimasukkan simbol ke dalam pakaian dan pin. Menurut sejumlah wawancara yang dilakukan oleh wartawan Michael Azerrad, logo “X” straight edge dapat dilihat jejaknya dalam pelaksanaan pada acara singkat band Teen Idles yaitu U.S. West Coast tour tahun 1980. Teen Idles telah dijadwalkan untuk bermain di Mabuhay Gardens San Francisco, tetapi ketika band tiba, manajemen klub menemukan bahwa seluruh band ini masih di bawah umur minimum dan karena itu mereka ditolak masuk ke dalam klub tersebut. Sebagai kompromi, manajemen menandai tiap kedua tangan anggota band Idles’ dengan logo hitam besar “X” sebagai peringatan kepada seluruh staf klub agar tidak memberikan alkohol ke mereka. Setelah kembali ke Washington DC, band ini diberikan sistem yang sama oleh klu-klub lokal sebagai maksud membolehkan para remaja untuk masuk kedalam klub untuk menyaksikan acara musik tanpa memberikan alkohol kepada mereka. Tanda itu secepatnya diasosiasikan dengan gaya hidup straight edge. Dalam beberapa tahun, pada acara musik dan bahkan di klub-klub dansa telah memulai mengadopsikan sistem ini.

Sebuah variasi melibatkan trio X’s (xXx) berasal dari hasil karya seni yang dibuat oleh drummer Minor Threat yaitu Jeff Nelson, yang mana Jeff menggantikan tiga bintang dalam bendera Washington DC kampung halaman mereka menjadi X.[2] Istilah ini kadang-kadang dipendekkan dengan mencantumkan X dengan kependekkan istilah dari straight edge menjadi “sXe”. Dengan analogi, hardcore punk kadang-kadang dipendekkan menjadi “hXc”. Simbol ini dapat digunakan sebagai sebuah jalan untuk membedakan sebuah band atau seseorang yang menganut faham straight edge, dengan menambahkan huruf didepan dan belakang nama band, contoh band ‘xFilesx’.

Tiga era

William Tsitsos menuliskan bahwa straight edge telah melalui tiga era yang berbeda sejak terciptanya di tahun 1980.

Oldschool (1970 – awal 1980)

Perkembangan gaya hidup Straight Edge ini banyak di adaptasi oleh band-band lainnya seperti, 7 Seconds, SSD, Uniform Choice, Cause for Alarm. Band-band tersebut adalah band hardcore punk yang berada di era “oldschool”. Band-band era ini lebih banyak berteriak tentang movement Straight Edge dibanding bernyanyi. Lagu mereka terdengar seperti orang yang sedang orasi dengan diiringi musik agresif dan cepat ala hardcore punk. Gaya seperti itu akhirnya menjadi ciri khas band hardcore punk di era “oldschool”. Pada awalnya paham ini berkembang di Washington D.C dan New York, kemudian akhirnya berkembang juga di Kanada.

Youth Crew (pertengahan 1980)

Walaupun pada awalnya secara musikal, band-band straight edge terdengar tipikal, di pertengahan tahun 80-an musiknya mulai berkembang dan meluas sesuai dengan karakter band masing-masing. Era “Youth Crew” lahir ketika band-band hardcore punk Straight Edge mulai menjamur dan akhirnya mereka memiliki kecenderungan untuk bersatu membuat pergerakan dan media sendiri untuk menyebar luaskan gaya hidup straight edge. Namun bukan berarti mereka tidak manggung bersama band-band yang non-straight edge. Mereka justru lebih mengedepankan semangat persatuan. Suatu komunitas yang lahir karena memiliki sudut pandang yang sama: yaitu menyukai musik punk/ hardcore sebagai bagian dari subkultur yang tercipta saat itu. Gorilla Biscuits, Judge, Bold, Youth of Today mereka adalah beberapa band yang menonjol di era “Youth Crew”.

Ternyata seiring perkembangannya, straight edge mulai berkaitan juga dengan perihal pergerakan animal rights, vegan dan vegetarian. Youth Of Today adalah band yang paling lantang menyuarakan perihal hak-hak dan perlindungan terhadap hewan, vegan dan vegetarian pada tahun 1988. Dalam lirik lagu “No More”, Ray Cappo vokalis Youth Of Today menekankan tentang pandangannya terhadap hak-hak hewan dan vegan: “Meat-eating, flesh-eating, think about it/ so callous this crime we commit”. Sampai akhirnya banyak band yang menyuarakan hal yang sama dan hampir semua band di akhir tahun 1980-an di Amerika dan Kanada menyuarakan tentang hak-hak hewan dan kekejaman terhadap hewan. Namun bukan berarti juga bahwa seorang vegan/ vegetarian itu adalah seorang straight edge, begitu juga sebaliknya. Menjadi vegan/vegetarian bukanlah sebuah keharusan di dalam gaya hidup straight edge. Vegan dan vegetarian hanya bagian dari perkembangan straight edge itu sendiri dan semua kembali kepada pilihan masing-masing individu.

Militan (1990)

Di dalam perkembangannya, straight edge juga sempat ternoda dengan beberapa militan dari band straight edge itu sendiri dan band yang paling menonjol dengan sikap garis keras dan militannya adalah Earth Crisis. Setelah gaya hidup straight edge sempat berkembang sampai ke perihal vegan/vegetarian pada akhir 80’an, di awal tahun 90’an bermunculan band-band yang mengadopsi paham serupa namun mereka cenderung lebih militan. Militan disini mereka cenderung picik, mudah menuduh, minim toleransi terhadap non-straight edge dan berpotensi melakukan kekerasan. Mereka berpikir bahwa dengan metode gerakan yang keras dan militan akan lebih efektif dalam mempromosikan hidup bersih, padahal hal tersebut justru menjadi bomerang bagi mereka sendiri dan tentunya straight edge saat itu sempat tercoreng dan mulai menjadi bahan cemoohan di kalangan underground.

Era 2000-an

Seiring dengan jalannya waktu dan lahirnya band-band baru, cap negatif terhadap straight edge berangsur-angsur pulih. Komunitas dan band-band straight edge tahun 2000’an mempersatukan kembali kultur punk rock kepada kondisi awalnya yang lebih toleran terhadap komunitas dan band-band lain yang non-straight edge. Kalangan straight edge mengalami pendewasaan, mereka sudah berbaur di satu panggung dengan band-band yang non-straight edge. Mengingat straight edge adalah gaya hidup yang lebih ke arah pilihan pribadi. Band-band straight edge yang menonjol di tahun 2000-an diantaranya adalah Allegiance, Black My Heart, Casey Jones, Champion, Down to Nothing, Embrace Today, The First Step, Have Heart, Righteous Jams, Throwdown, xTyrantx, Fight Everyone dan Stick to Your Guns.

Doc: December Underground