Bahagia atau bermakna?

TIDAK ADA MISTERI dalam kebahagiaan.

Orang orang yang tak bahagia hampir sama semuanya.

beberapa telah terluka sejak lama. beberapa berusaha menyangkalnya.

beberapa coba menutupinya dengan keangkuhan.

dan beberapa menyalakan api cinta lalu memadamkannya dengan cemoohan,

atau dengan ketidakpedulian yang terus melekat.

Atau sebaliknya, merekalah yang melekat pada luka itu sehingga masa lalu selalu menyelubungi kehidupannya.

Orang yang bahagia tidak menoleh ke belakang.

Tidak juga melihat ke depan. Ia hanya hidup di dalam hari ini.

 

Tetapi ada juga kesulitan.

Masa kini tidak pernah mampu melahirkan satu hal : makna.

Arah kebahagiaan dan makna tidak sama.

Untuk menemukan kebahagiaan,

seseorang hanya harus hidup pada satu waktu – ia hanya harus hidup bagi waktu itu saja.

namun, jika ia menghendaki sekian makna dari mimpinya, rahasianya, kehidupannya,

ia harus menghidupkan kembali masa lalunya. Segelap apapun itu.

Ia juga harus hidup dengan masa depan. Betapapun tidak menentunya.

Jadi, alam mempermainkan kebahagiaan dan makna di depan kita hanya agar kita bisa memilih satu diantara keduanya.

 

Bagi diriku sendiri, aku selalu memilih makna.

 

 

dikutip dari novel Interpretation of Murder karya Jad Rubenfeld