Bahagia atau bermakna?

TIDAK ADA MISTERI dalam kebahagiaan.

Orang orang yang tak bahagia hampir sama semuanya.

beberapa telah terluka sejak lama. beberapa berusaha menyangkalnya.

beberapa coba menutupinya dengan keangkuhan.

dan beberapa menyalakan api cinta lalu memadamkannya dengan cemoohan,

atau dengan ketidakpedulian yang terus melekat.

Atau sebaliknya, merekalah yang melekat pada luka itu sehingga masa lalu selalu menyelubungi kehidupannya.

Orang yang bahagia tidak menoleh ke belakang.

Tidak juga melihat ke depan. Ia hanya hidup di dalam hari ini.

 

Tetapi ada juga kesulitan.

Masa kini tidak pernah mampu melahirkan satu hal : makna.

Arah kebahagiaan dan makna tidak sama.

Untuk menemukan kebahagiaan,

seseorang hanya harus hidup pada satu waktu – ia hanya harus hidup bagi waktu itu saja.

namun, jika ia menghendaki sekian makna dari mimpinya, rahasianya, kehidupannya,

ia harus menghidupkan kembali masa lalunya. Segelap apapun itu.

Ia juga harus hidup dengan masa depan. Betapapun tidak menentunya.

Jadi, alam mempermainkan kebahagiaan dan makna di depan kita hanya agar kita bisa memilih satu diantara keduanya.

 

Bagi diriku sendiri, aku selalu memilih makna.

 

 

dikutip dari novel Interpretation of Murder karya Jad Rubenfeld

Hidup = seni fotografi

sore di loteng rumah sembari menikmati grimis  menjelang senja.

Teringat tentang seni fotografi di salah satu program kompas tv “klik abrian”

Saat materi terakhir yang ia beri, setelah ia menunjukan beberapa hasil foto yang ia dapat dari huntingnya..

Ia berkata: ” fotografi adalah bukanlah tentang teknologi canggih Ɣªήğ anda punya tetapi bagaimana anda mengkomposisikan objek anda dengan komposisi Ɣªήğ baik sehingga menhasilkan potongan potongan gambar Ɣªήğ indah, dan ingat foto adalah kepingan kepingan pandangan Ɣªήğ anda lihat”

saya fikir seharusnya kita bertindak seperti halnya dalam seni fotografi..

Pada akhirnya saya mengambil sebuah kesimpulan setelah mengalami ekstase setelah mendengar perkataan seorang Arbain.

Pada hakikatnya hidup bukanlah masalah materi Ɣªήğ anda miliki agar hidup kita bahagia , tetapi bagaimana kita mengkomposisikan bagian bagian Ɣªήğ kita miliki menjadi kepingan keharmonisan literatur hidup kita..

Bukan tentang apa Ɣªήğ kita inginkan tetapi tentang apa Ɣªήğ kita miliki sekarang, dengan otomatis anda selalu berfikir “Hari ini adalah hari saya, tak akan ada Ɣªήğ saya lewatkan dari bagian kehidupan sekarang, agar, saya tak akan memiliki rasa takut untuk menghadapi penyesalan..