Interview: The Mercury Arc – Paint The Sun Black

Band dari Jerman, The Mercury Arc membuat gebrakan global yang serius sekarang dengan album terbaru mereka Paint The Sun Black. Dan baru-baru ini mereka merilis music video untuk single “Evil Echo”. Simak wawancara dengan Thomas Helton dan Benny Richter dari The Arc Mercury oleh Hollywood Music Magazine yang tentunya sudah saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia.

HMM: The Mercury Arc merupakan nama band yang keren. Darimana kalian datang dengan nama itu?

Thomas: Kami sedang mencari nama dan benar-benar berpikir kata-kata kuat yang mewakili apa yang kita lakukan dan pada akhirnya saya suka kata Mercury karena kami adalah penggemar Queen. Jadi sebenarnya untuk memberikan sedikit pengingat pada Freddie Mercury dan Mercury Arc adalah sejenis perangkat yang ada hubungannya dengan fisika dan hal ilmiah dan kami pikir itu terdengar keren. Membawa merkuri ke nama dan memiliki sesuatu yang tidak ada yang benar-benar tahu apa itu tapi kedengarannya keren. Tapi apalah arti semua itu! (Laugh)

Benny: Saya tidak tahu tentang hal itu. Aku hanya memilih nama karena referensi untuk Freddie Mercury tapi itu terdengar sangat menarik.

HMM: Apa kabar pertama pada album baru Paint The Black Sun?

Benny: Itu rilis tahun lalu pada bulan Oktober atau November saya pikir.

Thomas: Ini adalah hari yang besar bagi kami dan kami merayakan dengan banyak bir jadi kita tidak dapat mengingat tanggal yang sebenarnya (laugh). Tapi itu menyenangkan! Hal lain mengenai album ini adalah bahwa kita semua pernah bermain di band yang berbeda memainkan berbagai jenis musik dan apa yang kami tahu selama bertahun-tahun adalah bahwa kita semua berbagi selera musik yang sama. Jadi kami ingin merekam sebuah album yang kita sebagai pendengar ingin mendengarkan karena mewakili apa yang kita suka dalam musik. Jadi Benny sebagai keyboard dan saya sebagai seorang DJ.

Benny: Sungguh menarik dengan cara kami mewakili band metal kami, dia DJ dan aku keyboard (tertawa). Kami memiliki pemain gitar, pemain bass, dan drum …

Thomas: Dan penyanyi juga! Mereka tidak ada di sini bukan karena kurangnya minat hanya kurangnya waktu. Nah hal tentang musik adalah bahwa kita ingin menciptakan sesuatu yang baru dan asli dan sesuatu yang kita ingin dengarkan. Kita semua seperti Metalcore dan nu-metal seperti Slipknot. Kami hanya melemparkan semua bersama-sama dan Benny memiliki studio sendiri di sini sehingga kami punya waktu untuk mencoba hal baru dan bereksperimen dengan itu. Ada begitu banyak band di luar sana yang mencoba terdengar cukup mirip. Kami tidak ingin merilis album Metalcore biasa sehingga kami kami menaruh banyak elektronik di dalamnya, kita menaruh harmoni di dalamnya dan kami terjawab sedikit di band lain. Anda membuat sebuah band untuk membuat musik yang ingin anda dengar dan itulah yang kami lakukan.

HMM: Single baru adalah “Evil Echo”. Bagaimana kalian memilih lagu itu?

Benny: Lagu-lagu ini hanya seperti terjadi kurasa. Kami tidak benar-benar berpikir tentang jenis lagu yang ingin kita mainkan. Kami pasti ingin semacam artis hip hop terlibat.

Thomas: Karena semua orang sebal kami memiliki rapper di album kami. Ini seperti jika anda sebuah band metal anda tidak dapat memiliki rapper gangster di album anda karena tidak keren sehingga kami memutuskan, “Kami ingin itu.” Hanya untuk membuktikan semua orang yang salah atau paling tidak piss them off. Jadi Benny menulis lagu dan kemudian kita semua bekerja sama menempatkan pengaruh kami yang berbeda dan instrumen di dalamnya. Kemudian kita berpikir karena memiliki sedikit hip hop dan pendekatan nu-metal kami pikir akan keren untuk mendapatkan teman kita Leon, rapper itu di atasnya dan membuatnya menjadi lagu nu-metal lagu dengan artis hip hop di dalamnya.

HMM: Apa jenis tour rencana untuk mendukung Paint The Black Sun?

Benny: Kami baru saja datang dari tur di seluruh Jerman, Swiss, dan Austria dengan band yang sangat keren bernama The Sorrow. Itu bagus. Sekarang kita kehilangan drummer kami karena dia memiliki cacat jantung. Dia mendapat operasi tapi jiak dia pergi tidak salah, tapi tidak terlalu baik. Kami memiliki drummer sekarang dan siap untuk bermain tapi kami tidak memiliki tur direncanakan tetapi kami bermain konser setiap akhir pekan.

Thomas: Orang-orang dari perusahaan rekaman kami, mereka melakukan pekerjaan yang besar bagi kami. Armin, bos kita dan ia selalu bekerja dengan hal-hal besar bagi kami. Hellfest Records, label itu melakukan pekerjaan yang benar-benar sangat besar dan saya pikir mereka akan menghubungkan kami dan mendapatkan tur bagi kita. Seperti waktu terakhir Armin menemukan kami di tur terakhir ini karena nama kita tidak begitu besar di sini dan ia masih membuat itu terjadi. Dia menempatkan kita pada tur 3 minggu Eropa pada bus tour besar dan itu brilian. Kami percaya dia akan membuat itu terjadi lagi.

HMM: Ada lagi yang ingin dikatakan kepada fans Anda?

Thomas: Terima kasih banyak untuk mendengarkan musik kami, terima kasih atas semua dukungan dan untuk semua tanggapan Anda yang Anda berikan kami di Myspace dan Facebook. Jenis platform ini memungkinkan bahwa orang-orang di Amerika mengenal musik dan video dan merchandise. Kami sangat berterima kasih kepada siapa saja yang menulis komentar di email dan kita menjawab segala sesuatu yang kita bisa jawab.
http://hollywoodmusicmagazine.com/headline/the-mercury-arc-paint-the-sun-black/

Doc: December Underground

Iklan

Sid Wilson (SLIPKNOT) Rilis Album Solo

Sepeninggal pembetot bass Paul Gray, Slipknot saat ini tengah vakum. Namun menurut Sid, personel Slipknot memang sudah sepakat merencanakan vakum sebelum Paul meninggal dan memutuskan untuk bekerja dengan band sampingannya sementara waktu. Dia berjanji bahwa jika waktunya tiba mereka akan kembali lagi.

Sid Wilson pengolah bunyi-bunyi berisik dan sampling di band metal asal Iowa, Amerika Slipknot mengungkapkan bahwa dirinya tengah merekam album solo. Dia berharap album ini bisa dirilis bulan ini oleh labelnya.

Menurut Sid albumnya merupakan campuran dari musik elektronik dengan berbagai macam jenis musik yang dia dengarkan. Albumnya ini banyak terinspirasi oleh Beastie Boys dan Run DMC yang mana mereka mencampurkan musik rock ke dalam hip hop. Sid juga banyak mendengarkan Skinny Puppy dan musik industrial dari Nine Inch Nails.

Di albumnya nanti dia juga mempersembahkan sebuah lagu untuk sahabat serta teman satu bandnya, Paul Gray yang berjudul Flat Lace. Baginya lagu tersebut sangat emosional dan dengan lagu ini Sid ingin menyampaikan bahwa dirinya selalu ada untuk Paul dan selalu peduli dengan hal yang dia hadapi. Bakalan seperti apa ya kira-kira solo proyek dari Dj Starscream alias Sid Wilson.

 

Doc: December Underground

Band of the month

August Burns Red

August Burns Red merupakan band yang lagi hangat dibicarakan khususnya di Indonesia. Yap, sebuah band Metalcore yang berasal dari Pennsylvania, Amerika Serikat ini terbentuk pada Maret 2002. Band dimulai ketika mayoritas personilnya masih duduk di bangku SMA.
Nama August Burns Red diambil dari sebuah insiden yang dialami vokalis pertama mereka, John Hershey. Between the Buried and Me, Hopesfall dan Misery Signals adalah influence mereka.

JB Brubaker – Lead Guitar (2002-sekarang)
Brent Rambler – Rhythym Guitar (2002-sekarang)
Matt Greiner – Drums, Percussions, Keyboards, Piano (2002-sekarang)
Jake Luhrs – Lead Vocals (2006-sekarang)
Dustin Davidson – Bass (2006-sekarang)

Setahun setelah mereka melakukan pertunjukan dan berganti vokalis, mereka masuk ke Solid State Records pada tahun 2005 dan merilis THrill Seeker pada 8 November. Pada tahun 2006 sang drummer, Matt Greiner dikontrak oleh Thruth Custom Drums.

Album kedua mereka, Messengers dirilis pada 19 Juni 2007 dan terjual 90 juta kopi dan menempati peringkat 81 di Billboard 200. Selama April hingga Mei 2008 August Burns Red melakukan tour bersama As I Lay Dying dan Misery Signals. Sedangkan pada 27 Agustus hingga 12 Oktober pada tahun yang sama mereka melakukan tour bersama Skylit Drive, Sky Eats Airplane dan Greeley Estates.

Pada 2008 sendiri mereka melakukan tour Eropa. Mereka berkunjung ke UK, Jerman, Norwegia, Swedia, Irlandia, Irlandia Utara, Belgia, Italia, Belanda, Slovakia, Ceska dan Prancis.
Band ini mengcover lagu ‘Carol of the Bells’ untuk Natal dan ‘…Baby One More Time’ dari Britney Spears.

Mereka merilis lagu ‘Chasing the Dragon’ yang termasuk dalam EP ‘Lost Messangers : The Outtakes’ yang rilis pada 24 Februari 2009. Pada Maret 2009 mereka berkunjung ke Timur Tengah untuk menghadiri Dubai Desert Rock Festival.

Pada 14 Juli 2009 album ketiga mereka, Constellations dirilis. Kemudian mereka melakukan tour bersama Blessthefall, Enter Shikari, All Shall Perish serta Architecs dan Parkway Drive. Mereka bersama Bring Me The Horizon serta A Day To Remember melakukan UK Tour pada Oktober 2009.
Dan pada 23 Februari 2010 album Constellations ditetapkan sebagai Best Rock Album oleh Dove Award.

August Burns Red merupakan band yang terpengaruh oleh ajaran Kristiani. Namun JB Brubaker menyatakan bahwa ‘Kristiani merupakan kepercayaan kami dan bukanlah aliran musik, dan biarkan musik itu mengalir’. Dan baru-baru ini juga mereka merilis Dvd konser mereka yang bertajuk Home.

Doc: December Underground

Dari Indonesia: Captain Jack : Persembahan Para Monsters

CAPTAN JACK cuma sebuah orkes yang merasa paling realistis, sebuah nama buruk, norak, dan sedikit aneh, tapi setidaknya nggak senorak nama – nama band saat ini, yang hobby nangis – nangis ngga pake harga diri. Nama yang kami pilih sebagai sebuah tempat kami pulang dan menumpahkan segala emosi serta pikiran dariyang terkonsep hingga yang jorok. Entah mengapa kami tidak merasa bahwa kami adalah sebuah Band, mungkin karena beberapa kontes band-band yang ada di TV yang menurut kami tak lebih dari acara topeng monyet dan itu menjadi patokan buat anak-anak muda saat ini bahwa begitulah sebuah band, dikumpulkan tanpa ada kecocokan, tanpa ikatan pertemanan yang kuat, tanpa ada rasa kebersamaan disaat berjuang dari titik NOL. Kami bersukur kami punya rasa kebersamaan itu. Kami bukanlah anak-anak dengan style rambut warna-warni penuh dengan gel, kami tidak berpakaian funky dan kami tak perduli apapun arti funky itu, kami juga bukan anak-anak sok nakal yang tiap hari cuma mabuk merasa dirinya rockstar, kami cuma anak-anak biasa yang hidup di kehidupan biasa dengan masalah-masalah yang dihadapi orang-orang biasa dan kami marah dengan semua kebiasaan yang ada.

http://www.facebook.com/captainjackband?v=info

Band asal Yogyakarta dengan aliran musik idealis yang selalu meng-kritik tatanan sosialis dalam masyarakat kita, merasakan, menanyakan, mengungkapkan, dan membicarakan segala bentuk kenyataan sehari-hari yang disadari atau tidak, yang mengiringi perjalanan manusia mengikuti perputaran waktu yang terkadang lebih cepat dari langkah manusia itu sendiri. Lirik lagu mereka juga jauh dari tema cinta seperti kebanyakan lagu-lagu yang sering keluar masuk chart “dahsyat”, “dering”, “playlist”, dan lain-lain. Dan disaat orang berlomba untuk bercerita tentang cinta, CJ malah menghadirkan sisi lain dari pengalaman dan perjalanan hidup manusia yang sering bertabrakan antara keinginan dan kenyataan, kepedihan dan kesedihan yang tersimpan, letupan-letupan emosi, serta pesan-pesan yang mengingatkan manusia bahwa hidup bukanlah sinetron, hidup bukanlah sesuatu yang selalu indah. Tema atau aliran yang mereka usung adalah nu rock dan post hardcore.

Terlahir di Jogjakarta tanggal 4 Desember 1999 melalui sebuah penyatuan hati, emosi, pengalaman hidup dan keinginan yang menuntun mereka kedalam dunia seni yang sarat akan kreatifitas. Sampai saat ini mereka telah mengeluarkan 3 album di bawah label indie HELL ANGEL RECORDS.

Didahului oleh Unmindless sebagai mini album indie di bawah Hell Angels Records, Somethink About yang sudah dibawah nanungan salah satu major label, Universal, tetap bercerita tentang kemarahan, kekesalan, terhadap kehidupan. Dengan mengusung lantunan nada-nada keras, lagu di album ini memang sebagian besar menceritakan tentang kehidupan mereka sendiri, walau terdapat juga lagu hasil inspirasi dari lingkungan sekitar.

Ketika ditanya tentang mengapa tidak membuat lantunan nada romantis atau lagu cinta, Zuhdil sang gitaris atau yang lebih akrab disapa Sancho berpendapat bahwa semua tergantung bagaimana kita memaknai cinta itu sendiri. Bagi mereka definisi cinta sendiri masih kabur, sehingga mereka bisa bilang bahwa ada lagu cinta di dalam album ini, tetapi dengan makna cinta terhadap diri sendiri. Sebagai bocoran saja, pada awal mereka terbentuk, Captain Jack sempat membawakan lagu-lagu mellow, tapi bagi mereka itulah proses penemuan jati diri dari konsep musik mereka.

Musik CJ diwarnai suara distorsi menderu, hentak beat bertenaga, harmonis dengan lirik yang pedas namun jujur. Band seperti Staind, Chevelle, Silverchair, Static X dan sejenisnya telah menjadi racun dalam darah Captain Jack.

We are what we are, we do what we do, eventhought we don’t know who we are.
Siapa aku?
The Jackers/Monsters
Tidak kurang tidak lebih

Doc: December Underground

Interview with Muhammad Suiçmez (Necrophagist)

Necrophagist adalah satu dari band death metal Jerman. Yah, bahwa label tidak persis menceritakan kisah keseluruhan. Bahkan melepaskan CD yang tersedia untuk proyek ini, Mulai dari Putrefaction, adalah satu-satunya produk Muhammad Suiçmez, putra dari salah satu orang Turki yang banyak pergi ke Jerman pada 1960-an, mencari kerja dan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka. Suiçmez dibesarkan di rumah tangga tradisional Turki, dalam sebuah budaya yang bukan miliknya. Meskipun larangan yang diberikan pada dirinya dari lingkungan ini, Suiçmez tidak hanya menaruh perhatian di death metal, tapi juga secara ajaib menjadi virtuoso gitar. Apa yang terutama luar biasa adalah bahwa dia melakukannya tidak hanya tanpa manfaat pelajaran tunggal, tetapi seluruhnya dalam kerahasiaan dari perhatian orang tua yang tegas.
Read this:

Maelstorm: Apa yang membuat Anda bermain gitar, Muhammad?

Muhammad Suiçmez: Pertanyaan yang bagus. Saya mulai ketika saya berusia 15 tahun. Itu tahun 1990. Saya rasa saya punya keinginan untuk bermain gitar sejak saya berusia 10 tahun karena saya suka musik metal. Saya ingin bermain gitar dan membuat sebuah band sendiri.

Maelstorm: Apa musik metal yang Anda dengarkan ketika berumur 15 tahun?

Muhammad Suiçmez: Oh, murni death metal. Era pertama death metal. Dimulai dengan Leprosy of Death dan menuju ke depan pada album Left Hand Path milik Entombed. Band favorit saya berasal dari sekitar daerah waktu itu.

Maelstorm: Jadi, Anda mengajar diri Anda sendiri bermain gitar.

Muhammed Suiçmez: Yeah, I did.

Maelstrom: Luar biasa!

Muhammed Suiçmez: Terima kasih banyak. Tapi, itu pertanyaan yang sangat menarik, karena orang tua saya sangat konservatif, sekolah tua orang-orang Turki. Mereka tidak pernah ingin aku bermain gitar. Itu adalah masalah terbesar saya. Mereka melarang saya untuk bermain gitar.

Maelstorm: Bagaimana Anda memilih nama NECROPHAGIST?

Muhammed Suiçmez: Itu hasil dari saya delapan tahun di sekolah Latin. Saya kebetulan bahwa kata-kata “phagus” (untuk makan) dan “Necro” (orang mati). Aku ditanyai banyak pertanyaan tentang itu: mengapa saya memilih sebuah band dengan awalan “Necro.” Saya mendapatkan pertanyaan ini sepanjang waktu. Tapi, Anda harus menyadari, ketika aku memilih moniker ini, itu 12 tahun yang lalu. Tidak ada banyak band dengan awalan “Necro.” Masalah NECROPHAGIST adalah bahwa orang yang tahu tentang itu terlambat! Aku memilih nama itu karena [pada waktu itu] nama seperti itu tidak terlalu umum. Tentu saja aku tahu dari Necrophagia, dan band ini sebelumnya bernama Necrophilist. Saya pikir itu tidak cukup kuat, jadi saya pikir mungkin NECROPHAGIST terdengar lebih baik.

Maelstorm: Apa album yang paling sering Anda dengar?

Muhammed Suiçmez: Oh. Good question. Album Entombed – Left Hand Path. Aku juga sedang mendengarkan musik klasik, seperti Simfoni # 5 dari Beethoven, bersama dengan Prokofiev dan Mozart.

Maelstorm: Saya membandingkan dengan hubungan ras kita di Amerika Serikat. Tampaknya di Jerman bahkan sekarang ada begitu banyak kebencian rasial dari kelompok skinhead. Rasanya jadi aneh beberapa lingers begitu kuat di Jerman.

Muhammad Suiçmez: Bila anda begitu jauh dari Jerman, sulit untuk mendapatkan wawasan tentang itu. Apa yang Anda dapatkan dari media tidak persis apa yang terjadi. Hal ini tergantung pada wilayah dimana Anda tinggal. Saya tinggal di selatan Jerman 50 kilometer dari Stuttgart. Di wilayah saya tinggal ini tidak begitu bermasalah dengan skinhead dan hal-hal rasial. Di Jerman Timur, negara-negara baru ini bermasalah besar dengan pengangguran. Di mana ada masalah besar dengan pengangguran, ada kebencian rasial dan konflik. Jika Anda seorang Turki dan tinggal di Jerman anda akan memiliki masalah.

Maelstorm: Apa itu?

Muhammad Suiçmez: Masalah utama adalah orang Turki memiliki agama yang berbeda dari Jerman. Jika mereka adalah orang asing dari Italia, atau Yunani, atau Yugoslavia, itu berbeda, karena kebanyakan dari mereka yang Katolik atau Protestan. Tetapi budaya Jerman dan Turki adalah berbeda, jadi ada konflik sepanjang waktu. Jadi orang-orang Turki mencoba untuk menegakkan budaya mereka sendiri dan tidak kehilangan, jadi mereka menyembunyikan sedikit di dunia kecil mereka sendiri di dalam Jerman. Orang-orang di Jerman memiliki pandangan yang salah dari Turki karena itu menjaga reputasi lebih jauh. Anda selalu asing. Tidak masalah jika Anda diintegrasikan ke dalam budaya, atau pergi ke sekolah dengan Jerman, atau sedang melakukan hal yang sama seperti Jerman. Aku cukup banyak terintegrasi dalam budaya ini. Aku pernah kehilangan budaya sendiri. Satu perbedaan antara aku dan sebagian besar Turki adalah saya tidak berkulit gelap. Untuk penampilan saya, orang tidak bisa mengatakan bahwa saya Turki. Mereka pikir saya Jerman. Memang tidak mudah, karena Anda tinggal di dua dunia. Seperti saya yang memiliki orang tua konservatif yang ingin menegakkan kebudayaan pada saya, itu tidak masalah bagi saya. Tapi, untuk berurusan dengan budaya Jerman, itu sedikit sulit jika itu niat Anda untuk hidup antara dua kursi, seperti pepatah dalam bahasa Jerman. Banyak orang Turki muda tidak ingin memiliki bagian dari budaya Jerman. Tapi karena aku lahir dan tinggal di Jerman, aku harus cukup tahu budaya, bagaimana orang-orang pikirkan. Tapi aku akan selalu memiliki masalah ketika orang-orang tahu bahwa aku adalah orang asing, orang Turki, terutama karena Turki tidak memiliki reputasi baik di Jerman.

Ini selalu terjadi: jika Anda tidak tahu tentang budaya yang berbeda, Anda tidak dapat membuat pandangan budaya yang benar dan Anda akan memiliki prasangka. Itulah yang saya alami. Saya lahir di sini dan tahu budaya tentang Jerman karena saya tertarik di saat aku tinggal di sini. Tetapi orang-orang Jerman hidup dengan tidak tahu apa-apa tentang Turki, orang-orang atau agama saya.

Maelstorm: Kau tahu bagaimana anti-Kristen ini sangat populer di Metal. Banyak band-band yang berbicara tentang anti-Kristen dan mungkin membaptis diri mereka. Aku ingin tahu apakah Metal pernah ada di dunia Muslim, bahwa akan ada band muslim anti-Muslim.

Muhammed Suiçmez: Saya tidak berpikir begitu.

Maelstorm: Bisakah Anda pernah membayangkan diri berkata: “Benar, aku akan menulis sebuah album terhadap agama Islam!” ,Sama seperti orang-orang dari Norwegia yang telah dibaptis berkata: “Aku akan menulis sebuah album terhadap agama Kristen!”

Muhammed Suiçmez: Well, ini hanyalah sebuah mode. Maafkan aku untuk semua penggemar Black Metal, aku tidak ingin membuat musuh. Aku tidak bisa menerima lirik ini untuk serius. Saya pikir Anda tidak boleh menyebarkan sesuatu seperti itu. Semua orang memiliki hak untuk percaya pada apa yang dia inginkan. Jika Anda anti-Kristen atau anti-Muslim. Saya tidak melihat titik jelas yang membawa ke dalam musik. Musik tidak boleh politis. Anti-Kristen ini liriknya adalah politik. See what I mean. Aku tidak pernah bisa membayangkan melakukan lirik seperti itu, bahkan jika saya anti-Muslim atau anti-Kristen. Kenapa harus saya?

Metal dengan lirik anti-Muslim? Mungkin di Turki, tapi aku tidak bisa membayangkan itu. Dalam bahasa Arab dan negara-negara Islam Afrika tidak ada kemungkinan untuk membuat Metal dengan lirik anti-Islam. Anda akan memiliki masalah serius dengan pemerintah.

Maelstorm: Berbicara tentang metal bawah tanah dan mengambil contoh misalnya black metal. Saya baru saja selesai mewawancarai orang ini dari sebuah band black metal Jerman, Nargaroth. Dia berbicara begitu banyak tentang orang pembenci dia dan betapa dia ingin dibiarkan sendiri. Tapi jawabannya benar-benar sangat panjang. Itu hanya salah satu contoh dari dualitas citra hal membenci orang, tapi pada saat yang sama ingin diterima dan dipuji. Anda telah begitu banyak pengalaman dalam lirik metal soal kebencian, kemarahan dan kekerasan, tapi pada saat yang sama ada begitu banyak cinta di TKP: semua orang ingin saling mendukung dan saling membantu.

Muhammad Suiçmez: Dualitas? mengapa itu ada? Saya tidak dapat berbicara untuk laki-laki di Nargaroth. Aku berhati-hati ketika menilai orang seperti dia. Hal ini tergantung pada usia Anda dan bagaimana Anda mengambil serius hal ini. Apa yang saya alami adalah ketika seorang pria bermain di sebuah band black metal, ia tidak dapat berbicara tentang cinta dalam wawancara. Orang-orang black metal tidak berbeda dari orang lain. Aku tidak percaya salah satu orang black metal percaya pada apa yang mereka katakan. Aku hampir yakin, katakanlah lima tahun ketika mereka berhenti bermain black metal, mereka tidak akan berbicara kotor seperti itu lagi. Saya rasa ini adalah keyakinan yang kosong, hanya saja masalah waktu untuk mereka. Jika Anda bermain di sebuah band death metal dan berbicara tentang bunga, Anda tidak bisa melakukan itu.

Untuk berbicara tentang underground; Ketika saya berbicara tentang underground, tidak semua label underground melakukan konser. Ini bukan bawah tanah. “Underground” adalah orang-orang seperti Andee (Connors, of Tumult Records) yang melakukan lebih banyak lagi tanpa ada hubungannya dengan bisnis. Mereka mendengarkan death metal, satu-satunya hal yang harus mereka lakukan dengan TKP. Mereka mencintai musik. Semua ini “Underground” label tidak benar-benar “bawah tanah.” Percayalah padaku. Saya memiliki pengalaman cukup. Pada akhirnya, semua dari mereka ingin mendapatkan uang. Orang-orang yang memiliki label Underground, mungkin mereka harus bekerja selain dari kegiatan bermusik mereka. Bagi saya yang sepertinya seperti sebuah perjuangan untuk keluar dari bawah tanah.

 

Doc: December Underground

Band of the Day: Brain Drill

Brain Drill adalah band American death metal yang dibentuk pada tahun 2005 dari Ben Lomond, California. Mereka menandatangani kontrak dengan Metal Blade Records dan merilis full length album perdana mereka yang berjudul Apocalyptic Feasting pada tanggal 5 Februari 2008. Rumor pecahnya Brain Drill dimulai pada tanggal 19 Maret 2008. Pendiri Dylan Ruskin awalnya berkata Brain Drill bubar ketika ketiga anggota band lainnya meninggalkan band, tapi sekarang Brain Drill memiliki line-up penuh kembali dan siap untuk tur lagi. Steve Rathjen bergabung kembali kurang dari dua minggu setelah meninggalkan band. Juga drummer baru bernama Joe Bondra (yang kemudian digantikan oleh Ron Casey), dan bassis baru bernama Ivan Munguia telah bergabung. Band ini sedang menulis musik baru dan diharapkan untuk merilis album baru dalam tahun berikut dan pergi tur mendukungnya.

Pembentukan (2005-2006)

Awalnya dimaksudkan sebagai proyek sampingan, Brain Drill dibentuk pada 2005 oleh gitaris Dylan Ruskin setelah berpisah dari band utamanya Burn at the Stake. Dylan mulai mencari drumer, akhirnya menemukan Marco Pitruzella (mantan drummer Vile , Vital Remains , The Faceless). Setelah beberapa bulan jam session, vokalis Steve Rathjen bergabung dengan band. Trio ini kemudian memasuki Ultimate Castle Studios dengan produser Zack Ohren dan merekam enam- lagu EP mereka dijuluki The Parasit, selama bulan Maret dan Mei 2006. Sementara itu Rathjen keluar dari band digantikan oleh mantan vokalis Dead Syndicate, Andre Cornejo. Mantan bassis Jeff Vile Hughell telah ditambahkan ke band baru dan anggota permanen. Rathjen akhirnya kembali untuk mengambil posisi vokal Brain Drill.

Apocalyptic Feasting (2007-sekarang)

Dalam sebuah wawancara tahun 2007, Alex Webster dari Cannibal Corpse merekomendasikan Brain Drill pada Metal Blade label dan menangani band akhir tahun itu. Band ini kemudian merekam musik mereka di Castle Ultimate Studio dengan produser Zack Ohren, kali ini bekerja pada debut full-length tercatat selama Agustus 2007. Apocalyptic Feasting dirilis pada tanggal 5 Februari 2008 oleh Metal Blade Records.

Tak lama setelah merilis Apocalyptic Feasting, baik anggota Marco Pitruzzella dan Jeff Hughell meninggalkan band karena komplikasi tur. Berdasarkan pernyataan dari Dylan Ruskin yang telah diposting pada halaman MySpace band, tampak bahwa Brain Drill telah berpisah. Segera setelah itu rumor itu ditolak dan band mulai mencari drummer dan bassis baru. Brain Drill memasuki Ultimate Castle Studios dengan produser Zack Ohren pada bulan Desember 2009 untuk merekam album sophomore mereka yang dirilis oleh Metal Blade Records. Sebuah lagu baru, “Monumental Failure” dirilis streaming di myspace mereka sekarang. Sebuah lagu baru “Beyond Bludgeoned” juga dirilis dari album mereka sebagai tanggal yang semakin dekat untuk dirilis full.

Members

* Dylan Ruskin – guitar (2005–present)
* Steve Rathjen – vocals (2005–present)
* Ron Casey – drums (2009–present)
* Ivan Munguia – bass (2008–present)

Mantan anggota

* Marco Pitruzzella – drums (2005–2008)
* Andre Cornejo – live vocals (2006)
* Jeff Hughell – bass (2006–2008)
* Joe Bondra – live drums (2009)
* Jamie Zoethout – live drums (2009)

Diskografi

* The Parasites (2006)
* Apocalyptic Feasting (2008)
* Quantum Catastrophe (2010)

Brain Drill – “Quantum Catastrophe”
-Tracklist:
1. Obliteration Untold (3:46)
2. Beyond Bludgeoned (4:16)
3. Awaiting Imminent Destruction (2:51)
4. Nemesis of Neglect (4:28)
5. Entity of Extinction (3:46)
6. Mercy to None (3:14)
7. Monumental Failure (3:25)
8. Quantum Catastrophe (16:03)

Doc: December Underground

Alesana bio

alesana merupakan band posthardcore/metalcore yang berasal dari North Carolina didirikan sejak oktober 2004 . Mereka sudah memilik 2 album yang telah di rilis dan 1 album yang akan diliris, dan album mereka antara lain :

  • On Frail Wings Of Vanity And Wax ( 2006 )

On Frail Wings Of Vanity And Wax / Alesana - Pathetic, Ordinary (2006)

Tracklist:

01.Icarus
02.Ambrosia
03.Pathetic, Ordinary
04.Alchemy Sounded Good At The Time
05.Daggers Speak Louder Than Words
06.The Last Three Letters
07.Apology
08.Tilting The Hourglass
09.This Conversation Is Over
10.Congratulations, I Hate You
11.The Third Temptation Of Paris
12.A Siren’s Soliloquy
13.Nero’s Decay

  • WHERE MYTH FADED FOR LEGEND (2008)

https://i2.wp.com/2.bp.blogspot.com/_mAke9IPIp-Y/SDuKiOf8NpI/AAAAAAAAAcw/nxbe669RQZo/s320/Folder.jpg

Tracklist:

01.This Is Usually The Part Where People Scream
02.Goodbye, Goodnight, For Good
03.Seduction
04.A Most Profound Quiet
05.Red And Dying Evening
06.Better Luck Next Time, Prince Charming
07.The Uninvited Thirteenth
08.Sweetheart, You Are Sadly Mistaken
09.And They Call This Tragedy
10.All Night Dance Parties In The Underground Palace
11.Endings Without Stories
12.As You Wish
13.Obsession Is Such An Ugly Word

NAH!!!!!!!! Album yang mereka rilis di tahun 2010 , adalah:

  • The Emptiness (2010)

Daftar Track:

  1. Curse of the Virgin Canvas
  2. The Artist
  3. A Lunatic’s Lamen
  4. The Murderer
  5. Hymn for the Shameless
  6. The Thespian
  7. Heavy Hangs the Albatross
  8. The Lover
  9. In Her Tomb By the Sounding
  10. To Be Scared By an Owl
  11. Annabel

Eump, Omong-omong nama alesan itu sendiri di ambil dari nama jalan alice-anna diama shawn ( sang vokalis ) dan Patrick ( lead gitar) tinggal, oh iya sampe lupa nyebutin personilnya hhe, mereka antara lain :

* Dennis Lee – Vocals
* Shawn Milke – vokal, piano, gitar
* Shane Crump – Vokal, gitar dasar
* Patrick Thompson – Lead gitar
* Jake Campbell – Rhythm gitar
* Jeremy Bryan – Drums

Asal tahu saja di setiap album mereka ambil dari mitologi yunani Contohnya King Midas and his golden touch, dan the Trojan horse. AHK rupanya cukup sampai situ saja informasi yang saya tahu mengenai alesana, sebenernya masih banyak yang ingin di saya jelaskan tentang alesan lebih dalam lagi tetap saya males untuk ngetik, Hhe, 😛

yasudahlah, selamat membaca, terima kasih sudah membuang waktu di Blog saya yang jelek ini ya!

sedikit mengutip dari : screamo.co.uk