Tuhan dan Cinta

Pada udaraNya sore hari kian mendayu
Meringkas masa senja dalam ringkihan dua waktu.

Betapa,
Tak ku dapati kembali tawa pada tiap-tiap bunga di taman pinggir sungai..
Kutemukan ia pada wujud aslinya yang tanpa warna.

Lalu,
Pagi menanti yang tak kudapati ceritanya yang lalu, yang tak bosan ku dengar.

Kekasih..

Tuhan lah paling setia..

Rahasia antara aku tuhan dan dia

Mala itu dengan perlahan saya berjalan menuju warnet untuk postin-postingan blo g, hhe. saya tidak sadar bahwa malam ini malam Juma`t ! maklum untuk menuju warnet saya biasa berjalan kaki dari rumah hingga warnet kira” berjarak Setengah kilometer jauhnya .
hufh cukup jauh ya?

untuk mencapai warnet saya harus melalui jalan raya. Dengan berjalan melewati rintangan akhir nya saya sampai juga di jalan raya, hjingga suatu saat saya melihat didepan gereja itu tersorot oleh lampu kendaraan ternyataa sesosok pria tua memakai jaket hitam dan bawahan jeans duduk termenung tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. “Hah mungkin pria itu telah wafat , saat itu pikiran ku penuh dengan pertanyaan ,
-apakah pria ini mati?
-atau hanya pingsan?
kedua pikiran itu terus-enerus menggrogoti pikiran kosong ku. entah kenapa saat itu sulit untuk berfikir jernih , ” aku harus segera menghampirinya dan memasikan keadaannya” tukas ku dalam hati.
seketika saya sadar bahwa malam ini malam jum`at “hah ” , malam yang di anggap kramat oleh para orang jawa tua.

keberanian ku makin mantap ketika ada seorang gadis cantik menghampiri ku, dengan lembut ia bertanya
” Hm, lagi ngapain lu , liatin tu orang?”
” gu bingung dari tadi ni orang diem .”
” ahk tidur kali?”
” ya gue kira mati”
” yaudah cek dulu coba.”
dengan pelan akhirnya pun saya medekati pria tua itu ( walaupun hati DAG-DIG-DUG ^.^)
dan tiba jarak antara aku dan pria itu 1 meter!
dengan lantang saya bertanya.
” knapa pak? ”
“pak, pak?”
dengan kesal dan mulai curiga saya lebih melantangkan suara saya sambil mendekati nya. Hingga akhirnya jarak antara kita hanya terpisahkan oleh kraik trotoar,
“pak knapa?” tanya ku
pria itu pubn belum juga menjawab.
dan saat itu pun tiba dimana pria itu memalingkan muka, tiap detik yang terlewat ini sangat menyesakan dada ku, dan pria itu pun memalingkan muka nya, dengan pelan dan desahan nafasnya yang terdengar ia menjawab ,

” kepacirit de”
“hah”!!!!!!!!!!!!